Langsung ke konten utama

Yolo Mangrove Event

Himaikla adalah sebuah himpunan mahasiswa Ilmu kelautan di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Himaikla mengadakan YOLO Mangrove Event dengan bertujuan untuk melestarikan Mangrove serta melakukan penanaman kembali, dengan mengangkat tema "Dont Hurt My Earth".
Persembahan Himaikla ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Mei 2016, di Ekowisata Mangrove  Surabaya, pukul 07.00 WIB.
Acara dibuka dengan sambutan dari salah satu pengamat yang peduli terhadap Mangrove di Wonorejo yaitu Pak Retno. Titik penanaman Mangrove dimulai dari daerah pedalaman Wonorejo. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 50 orang dari Mahasiswa Fakultas Sains dan teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya.
Selain penanaman Mangrove, ada juga forum diskusi untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk dan Jenis Jenis Mangrove.

YOLO ditutup pada pukul 11.30, serta ada penyerahan Vandel dari Panitia kepada Pengelola Mangrove Wonorejo.


Perlu diketahui, sebelum event ini Himaikla sudah terbentuk dan beberapa kali telah membuat Acara tentang pentingnya makan ikan bagi kesehatan kita.
"Untuk kali ini kami ingin menanam dan melestarikan mangrove, sebagai salah satu program kerja departemen Pengabdian Masyarakat serta melestarikan mangrove dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Semoga acara ini bisa bermanfaat bagi kita semua, khususnya masyarakat daerah Wonorejo" tutur Ika Nurjanah sebagai ketua Pelaksana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Scrollytelling : Bercerita Melalui Untaian Berita

Kian mudahnya akses informasi dan berita menjadikan dunia sesak penuh acara. Berbagai informasi diberikan, bermacam data ditampilkan, beraneka ragam konten disediakan demi memenuhi dahaga para pengguna dunia maya. Banyaknya informasi yang tersedia tidak menjadikan informasi yang tersedia berguna untuk kita. Tak semua informasi harus diceritakan, tak segala data harus dibacakan lantang. Pemilihan informasi yang sesuai kebutuhan dan tepat guna, menjadi kunci bagi kita dalam menjelajah dunia maya. Ketika informasi sudah diterima, tinggal pilihan bagi kita untuk mengelola informasi yang didapat. Disinilah Scrollytelling berperan untuk merangkai informasi yang sudah kita dapat. Namun, apa sebenarnya scrollytelling itu? Scrollytelling adalah salah satu kata yang saya dapat dari artikel Shorthand . Artikel tersebut menjelaskan secara gamblang tentang peran scroll(guliran) untuk menarik dan membuat informasi yang disediakan lebih menarik. Di media sosial yang membiasakan diri untuk...

Long Time No See, my Blog

 Tak terasa, sudah lama sekali saya menyentuh blog ini. Rasa ingin menulis yang sudah lama terpendam, tak sekalipun dapat memberontakkan diri untuk menolak. Setelah melalui proses survey attachment style, dan baru saya ketahui, ternyata saya adalah seorang fearful avoidant. Saya adalah seorang yang cenderung menghindari permasalahan, dan takut bila melakukan kesalahan.  Kedua sifat tersebut, menurut hemat saya, adalah bagian yang menjadi persoalan pelik bagi saya. Jikalau para oportunis mengambil kesempatan besar untuk menyerobot, barang tentu kesempatan tersebut akan saya berikan. Sejauh yang saya amati, personalitas dan karakter yang saya miliki, terasa sangat berbeda dibanding masa lalu. Saya seperti seorang anak yang kehilangan rasa percaya diri dan jati diri. Hal inilah yang menurut saya menjadi problem, dan seharusnya segera untuk diatasi. Kepribadian, laiknya suatu hal yang melekat dalam diri. Bagaikan lem, tentu saja kepribadian bisa ditata, dibentuk, maupun dihapuskan...

The Doom's Scroll : Social Media Effect

    Seringkali kamu menggulirkan media sosial tanpa kamu sadari dan pahami, itulah tanda tanda bahwa kamu sedang kena penyakit doomscrolling. Penyakit ini ditandai dengan perilaku "mindlessly scrolling media without thinking".    Di dunia dimana informasi begitu mudah diakses, segala informasi menjadi tidak berarti. Di suatu sisi kamu melihat konten tentang pembantaian rakyat palestina di gaza, menggulir sedikit kamu dapat informasi tentang kucing lucu, menggeser sedikit kamu dapat informasi tentang video edukasi. Ya, begitulah dunia informasi berkembang saat ini. Algoritma yang menyenangkan diri agar kamu bertahan di aplikasi. Tak peduli tentang informasi itu dipilah, tak diurusi konten yang harusnya dipilih. Kita semua cenderung seperti itu, dan para pengembang aplikasi tak peduli dengan konten itu. Yang terpenting bagi mereka adalah kita betah berlama-lama di aplikasi tersebut. Terserah kalian menjadi pembenci atau penyuka suatu jenis informasi, asal kalian disitu...