Langsung ke konten utama

Scrollytelling : Bercerita Melalui Untaian Berita


Kian mudahnya akses informasi dan berita menjadikan dunia sesak penuh acara. Berbagai informasi diberikan, bermacam data ditampilkan, beraneka ragam konten disediakan demi memenuhi dahaga para pengguna dunia maya. Banyaknya informasi yang tersedia tidak menjadikan informasi yang tersedia berguna untuk kita. Tak semua informasi harus diceritakan, tak segala data harus dibacakan lantang.
Pemilihan informasi yang sesuai kebutuhan dan tepat guna, menjadi kunci bagi kita dalam menjelajah dunia maya. Ketika informasi sudah diterima, tinggal pilihan bagi kita untuk mengelola informasi yang didapat. Disinilah Scrollytelling berperan untuk merangkai informasi yang sudah kita dapat. Namun, apa sebenarnya scrollytelling itu?


Scrollytelling adalah salah satu kata yang saya dapat dari artikel Shorthand. Artikel tersebut menjelaskan secara gamblang tentang peran scroll(guliran) untuk menarik dan membuat informasi yang disediakan lebih menarik. Di media sosial yang membiasakan diri untuk melakukan guliran terus menerus, scroll menjadi mesin penggerak bagi pengguna untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan dan mereka butuhkan. kegiatan pengguliran informasi sudah menjadi trah aplikasi untuk menarik para pengguna agar betah berlama-lama. Selain itu, pengguliran adalah metode efektif agar pengguna yang tidak menyukai suatu informasi berharap mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Aneh memang, media sosial mendesain para pengguna untuk menggulirkan informasi seperti kita kecanduan main slot, berharap mendapat jackpot informasi.
 

Tak mudah memang menghindari perilaku kecanduan menggulir informasi, namun seharusnya hal itu bisa dihindari. Dengan melakukan seleksi dan filter informasi, para pengguna diharuskan untuk mampu menyaring informasi dan menjadikannya sebagai informasi yang utuh, bukan fragmen semata. Dengan scrollytelling, informasi yang disaring bisa menjadi kesatuan utuh dalam mengelola informasi, bukan hanya satu sudut pandang saja.

Ketika informasi sudah utuh dan tidak bias, sekarang tugas kita untuk membuat informasi tersebut menjadi menarik. Informasi dan data penting yang disampaikan dengan membaca powerpoint semata, tentu tidak menarik para pengguna. Menggunakan idiom dan infografis serta konsep cerita menjadi hal penting agar informasi menjadi runtut, mudah dicerna, dan memikat pengguna. Harus kita sadari bahwa tidak semua informasi yang utuh adalah hal menarik. Cerita mengenai perjalanan seseorang mencapai tempat bekerja, bisa jadi menarik atau tidak menarik dari kejadian yang dialami. Suatu informasi bisa disebut menarik ketika tidak semua orang mengalami kejadian tersebut, atau pencerita menggunakan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang. Kemampuan bercerita dan menarik tidak hanya dilihat dari si pencerita, melainkan cara bercerita, pola cerita, dan keunikan cerita. Memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin untuk membuat cerita menjadi lebih menarik.
 

Dalam situsnya, Masterclass menjelaskan agar cerita yang kita gulirkan menjadi lebih efektif dan mengikat pengguna. Ada 7 poin yang diperlukan agar cerita yang disampaikan mengalir secara efektif:
1. Choose a clear central message (Pilihlah sentra cerita)
2. Embrace conflict (Tunjukkan konflik)
3. Have a clear structure (Yang jelas kalo nulis)
4. Mine your personal experiences (Gali berdasarkan pengalaman pribadi)
5. Engage your audience (Ajak penonton merasakan)
6. Observe good storytellers (Belajar dari ahlinya ahli dan intinya inti)
7. Narrow the scope of your story (Persempit dan fokuskan cerita yang disampaikan)


Ketika ide cerita atau informasi sudah tersedia, lanjutkan perjalanan untuk membuat informasi yang menarik pengguna. Dengan metode scrolling, buat gambaran atau infografik dan sampaikan data yang didapatkan dengan menarik. Buat cerita yang membuat pengguna untuk menggulirkan informasi secara terus menerus, tanpa terhenti di tengah cerita.

Sekian dan demikian, sampai jumpa di waktu liyan dan sampai ketemu dijalan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Long Time No See, my Blog

 Tak terasa, sudah lama sekali saya menyentuh blog ini. Rasa ingin menulis yang sudah lama terpendam, tak sekalipun dapat memberontakkan diri untuk menolak. Setelah melalui proses survey attachment style, dan baru saya ketahui, ternyata saya adalah seorang fearful avoidant. Saya adalah seorang yang cenderung menghindari permasalahan, dan takut bila melakukan kesalahan.  Kedua sifat tersebut, menurut hemat saya, adalah bagian yang menjadi persoalan pelik bagi saya. Jikalau para oportunis mengambil kesempatan besar untuk menyerobot, barang tentu kesempatan tersebut akan saya berikan. Sejauh yang saya amati, personalitas dan karakter yang saya miliki, terasa sangat berbeda dibanding masa lalu. Saya seperti seorang anak yang kehilangan rasa percaya diri dan jati diri. Hal inilah yang menurut saya menjadi problem, dan seharusnya segera untuk diatasi. Kepribadian, laiknya suatu hal yang melekat dalam diri. Bagaikan lem, tentu saja kepribadian bisa ditata, dibentuk, maupun dihapuskan...

The Doom's Scroll : Social Media Effect

    Seringkali kamu menggulirkan media sosial tanpa kamu sadari dan pahami, itulah tanda tanda bahwa kamu sedang kena penyakit doomscrolling. Penyakit ini ditandai dengan perilaku "mindlessly scrolling media without thinking".    Di dunia dimana informasi begitu mudah diakses, segala informasi menjadi tidak berarti. Di suatu sisi kamu melihat konten tentang pembantaian rakyat palestina di gaza, menggulir sedikit kamu dapat informasi tentang kucing lucu, menggeser sedikit kamu dapat informasi tentang video edukasi. Ya, begitulah dunia informasi berkembang saat ini. Algoritma yang menyenangkan diri agar kamu bertahan di aplikasi. Tak peduli tentang informasi itu dipilah, tak diurusi konten yang harusnya dipilih. Kita semua cenderung seperti itu, dan para pengembang aplikasi tak peduli dengan konten itu. Yang terpenting bagi mereka adalah kita betah berlama-lama di aplikasi tersebut. Terserah kalian menjadi pembenci atau penyuka suatu jenis informasi, asal kalian disitu...