Langsung ke konten utama

Matinya Persona, Maraknya Tebar Pesona; Curhatan Mengenai Hubungan Dunia Maya

Barangkali tak ada yang lebih aneh dari sebuah pertemuan dua orang dalam dunia virtual. Dunia dimana semua bisa menjadi apa saja. Menjadi laki-laki gagah, perempuan stylish, kucing anggora, penegak kamus bahasa, sampai waria karir pun bisa dilakukan. Tak terkecuali dalam kenya (kencan dunia maya). Berbagai aplikasi getol menggelorakan semangat mencari jodoh. 

Namun dalam prakteknya, semakin banyak aplikasi kencan yang dipasang, semakin banyak pilihan yang membingungkan. Dari situlah, muncul berbagai masalah, diantaranya overchoice, date swindler dan meningkatnya insecurity. Banyaknya pilihan memunculkan ilusi bahwa kita memiliki pilihan, padahal tidak. Algoritma aplikasi kencan menjadikan pilihan swipe kanan kiri sebagai komoditas mencari uang semata. Jumlah laki laki dan perempuan pun tidak sepadan dalam dunia kencan maya ini. Saya lihat lebih banyak laki laki yang menggunakan aplikasi ini ketimbang perempuan. Dunia kencan maya juga menjadikan banyak masalah baru, seperti konsep ideal pasangan, pesan mesum, over hope( harapan yang terlalu tinggi terhadap orang lain), dan juga ketidakpercayaan diri.

Sebagai orang yang pernah memasang aplikasi tersebut, saya merasakan banyak hal tersebut terjadi pada saya. Hal yang paling menyakitkan adalah cenderung berharap terlalu banyak pada seseorang. Kenal saja tidak, apa yang kamu harapkan dari seseorang yang tidak pernah kamu lihat mukanya langsung.

Dalam dunia maya, persona punya peranan penting dalam membentuk opini orang lain kepada kita. Dunia maya juga menjadikan diri kita untuk memoles diri dan bersolek demi memuaskan persona kita kepada orang lain. Kita bisa membentuk diri dan persona sesuai dengan keinginan kita. Kita bisa menjadi persona Knowledgeable, Otaku, Fashionista, ataupun Beragama dengan bermodalkan postingan dan keseharian yang kita pilih. Tinggal pilih saja, pilihan tersedia, contoh juga sudah berjubel banyaknya.

Tak terkecuali di dunia kencan maya, kita bisa memilih persona yang sesuai dengan keinginan kita, tanpa terusik dengan pandangan lingkungan sekitar. Kita bisa menjadi orang lucu, misterius, elegan, bahkan menjadi katak (Insert Toadally Awesome Jokes here). 

Persona tentu bukan barang jelek, justru menjadikan kita memiliki alternatif untuk merubah diri kita menjadi seperti apa. Hal yang menjadikan persona memiliki pandangan buruk adalah bergesernya tujuan pembuatan persona. Banyak orang cenderung menjadikan persona mereka tidak sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka.

Habis persona, terbitlah tebar pesona.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Scrollytelling : Bercerita Melalui Untaian Berita

Kian mudahnya akses informasi dan berita menjadikan dunia sesak penuh acara. Berbagai informasi diberikan, bermacam data ditampilkan, beraneka ragam konten disediakan demi memenuhi dahaga para pengguna dunia maya. Banyaknya informasi yang tersedia tidak menjadikan informasi yang tersedia berguna untuk kita. Tak semua informasi harus diceritakan, tak segala data harus dibacakan lantang. Pemilihan informasi yang sesuai kebutuhan dan tepat guna, menjadi kunci bagi kita dalam menjelajah dunia maya. Ketika informasi sudah diterima, tinggal pilihan bagi kita untuk mengelola informasi yang didapat. Disinilah Scrollytelling berperan untuk merangkai informasi yang sudah kita dapat. Namun, apa sebenarnya scrollytelling itu? Scrollytelling adalah salah satu kata yang saya dapat dari artikel Shorthand . Artikel tersebut menjelaskan secara gamblang tentang peran scroll(guliran) untuk menarik dan membuat informasi yang disediakan lebih menarik. Di media sosial yang membiasakan diri untuk...

Long Time No See, my Blog

 Tak terasa, sudah lama sekali saya menyentuh blog ini. Rasa ingin menulis yang sudah lama terpendam, tak sekalipun dapat memberontakkan diri untuk menolak. Setelah melalui proses survey attachment style, dan baru saya ketahui, ternyata saya adalah seorang fearful avoidant. Saya adalah seorang yang cenderung menghindari permasalahan, dan takut bila melakukan kesalahan.  Kedua sifat tersebut, menurut hemat saya, adalah bagian yang menjadi persoalan pelik bagi saya. Jikalau para oportunis mengambil kesempatan besar untuk menyerobot, barang tentu kesempatan tersebut akan saya berikan. Sejauh yang saya amati, personalitas dan karakter yang saya miliki, terasa sangat berbeda dibanding masa lalu. Saya seperti seorang anak yang kehilangan rasa percaya diri dan jati diri. Hal inilah yang menurut saya menjadi problem, dan seharusnya segera untuk diatasi. Kepribadian, laiknya suatu hal yang melekat dalam diri. Bagaikan lem, tentu saja kepribadian bisa ditata, dibentuk, maupun dihapuskan...

The Doom's Scroll : Social Media Effect

    Seringkali kamu menggulirkan media sosial tanpa kamu sadari dan pahami, itulah tanda tanda bahwa kamu sedang kena penyakit doomscrolling. Penyakit ini ditandai dengan perilaku "mindlessly scrolling media without thinking".    Di dunia dimana informasi begitu mudah diakses, segala informasi menjadi tidak berarti. Di suatu sisi kamu melihat konten tentang pembantaian rakyat palestina di gaza, menggulir sedikit kamu dapat informasi tentang kucing lucu, menggeser sedikit kamu dapat informasi tentang video edukasi. Ya, begitulah dunia informasi berkembang saat ini. Algoritma yang menyenangkan diri agar kamu bertahan di aplikasi. Tak peduli tentang informasi itu dipilah, tak diurusi konten yang harusnya dipilih. Kita semua cenderung seperti itu, dan para pengembang aplikasi tak peduli dengan konten itu. Yang terpenting bagi mereka adalah kita betah berlama-lama di aplikasi tersebut. Terserah kalian menjadi pembenci atau penyuka suatu jenis informasi, asal kalian disitu...