Bagaimana menjadi manusia yang memanusiakan manusia? Apakah cukup hanya dengan bersifat baik kepada sesama? Apakah tuntas hanya dengan berbaik sangka kepada tetangga? Apakah selesai hanya dengan bersifat bijaksana?
Pertanyaan yang menggantung seperti diatas seringkali mengganggu pikiran. Bagaimana bisa, manusia yang seharusnya (dalam pandangan saya) saling berbuat baik, seringkali berkelahi sendiri.
Dunia pasti sedang berkabung, melihat sesama manuksia dan manuksia saling menyayangi. Apakah manuk dia sudah tidak suka lagi punya sarang burung? Para penyuka manuk yang sudah tidak suka dengan sarang burung, beranggapan bahwa cinta kepad sesama manuk adalah fitrah mereka, dan cinta mereka kepada sangkar burung sudah tidak tersisa. Apakah para manuksia ini bisa melanjutkan rasa cinta mereka, sedangkan mereka sudah paham bahwa mereka tidak lagi mempunyai generasi tersisa untuk menyebarkan rasa suka mereka kepada sesama.
Atau, semua ini hanya angan saja?
Kian mudahnya akses informasi dan berita menjadikan dunia sesak penuh acara. Berbagai informasi diberikan, bermacam data ditampilkan, beraneka ragam konten disediakan demi memenuhi dahaga para pengguna dunia maya. Banyaknya informasi yang tersedia tidak menjadikan informasi yang tersedia berguna untuk kita. Tak semua informasi harus diceritakan, tak segala data harus dibacakan lantang. Pemilihan informasi yang sesuai kebutuhan dan tepat guna, menjadi kunci bagi kita dalam menjelajah dunia maya. Ketika informasi sudah diterima, tinggal pilihan bagi kita untuk mengelola informasi yang didapat. Disinilah Scrollytelling berperan untuk merangkai informasi yang sudah kita dapat. Namun, apa sebenarnya scrollytelling itu? Scrollytelling adalah salah satu kata yang saya dapat dari artikel Shorthand . Artikel tersebut menjelaskan secara gamblang tentang peran scroll(guliran) untuk menarik dan membuat informasi yang disediakan lebih menarik. Di media sosial yang membiasakan diri untuk...
Komentar
Posting Komentar