Bagaimana sejarah penyebutan alat vital lelaki disebut sebagai burung? Mengapa tidak seperti perempuan yang memiliki istilah yang tidak ambigu?
Pertanyaan seperti itu kadang mengganggu pikiran, tapi itu hanyalah angin lalu. Pikiran pikiran aneh yang kadang lewat begitu saja dalam otak kita, tanpa tahu sebabnya. Mengapa namanya burung, kenapa tidak diganti dengan hewan lain, semisal cicak atau buaya. Apakah karena mempunyai telur lantas disebut burung? Apakah karena mempunyai rambut lantas disebut burung?
Pertanyaan seperti ini sering diobrolkan dalam percakapan warung kopi, tapi tak pernah melalui diskursus serius para peneliti kampus. Memanbg, kalau soal burung, baiknya dibicarakan didalam sangkar saja. Jangan sampai si burung tahu. Atau sebenarnya, si burung tahu bahwa dia sedang dibicarakan?
Kian mudahnya akses informasi dan berita menjadikan dunia sesak penuh acara. Berbagai informasi diberikan, bermacam data ditampilkan, beraneka ragam konten disediakan demi memenuhi dahaga para pengguna dunia maya. Banyaknya informasi yang tersedia tidak menjadikan informasi yang tersedia berguna untuk kita. Tak semua informasi harus diceritakan, tak segala data harus dibacakan lantang. Pemilihan informasi yang sesuai kebutuhan dan tepat guna, menjadi kunci bagi kita dalam menjelajah dunia maya. Ketika informasi sudah diterima, tinggal pilihan bagi kita untuk mengelola informasi yang didapat. Disinilah Scrollytelling berperan untuk merangkai informasi yang sudah kita dapat. Namun, apa sebenarnya scrollytelling itu? Scrollytelling adalah salah satu kata yang saya dapat dari artikel Shorthand . Artikel tersebut menjelaskan secara gamblang tentang peran scroll(guliran) untuk menarik dan membuat informasi yang disediakan lebih menarik. Di media sosial yang membiasakan diri untuk...
Komentar
Posting Komentar